Alhamdullilah tahun ini penyelenggaraan Suran untuk PSHW wilayah Surabaya dan sekitar berjalan dengan tertib dan damai. Suran kali ini dihadiri Bapak pengasuh PSHW Mas Adji beserta rombongan dari saudara pusat.
Selasa, 03 Desember 2013
PSHW Suran STK 1903 Surabaya 2013
Alhamdullilah tahun ini penyelenggaraan Suran untuk PSHW wilayah Surabaya dan sekitar berjalan dengan tertib dan damai. Suran kali ini dihadiri Bapak pengasuh PSHW Mas Adji beserta rombongan dari saudara pusat.
Sabtu, 03 Maret 2012
Acara Peresmian Tugu PSHW Tunas Muda di Jalan Kampar Taman Kota Madiun
Jumat, 02 Maret 2012
Pesilat Tunas Muda Winongo Gerudug Kantor Kelurahan Taman
Rabu, 25 Januari 2012 17:26:04 WIB
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Pesilat Tunas Muda Winongo Gerudug Kantor Kelurahan Taman
Madiun(beritajatim.com)-Puluhan anggota perguruan pencak silat Setia Hati Tunas Muda Winongo mengeruduk kantor Kelurahan Taman, Kecamatan Taman, Kota Madiun. Pasalnya mereka mendapatkan larangan untuk mendirikan prasati di Jalan Kampar, keluarahan setempat.
Salah satu perwakilan PSH Tunas Muda Winongo, Bambang mengatakan, pada hari Minggu (22/1/2012) kemarin pihaknya akan mendirikan tugu namun baru belum selesai bagian pondasinya, ia sudah didatangi sejumlah orang yang mengintimidasi mereka. "Kami sempat didatangi oleh sekelompok orang yang melarang untuk mendirikan tugu bahkan kami juga sempat diamcam. Trus kami juga mendapatkan kabar kalau pihak kelurahan dan polsek juga mendapat SMS yang isinya tentang pelarangan pendiri tugu," ujar warga jalan Kampar ini, Rabu (25/1/2012).
Bambang menambahkan, meski mendapat tentangan dari sejumlah kalangan, pihaknya mengaku akan tetap melanjutkan pembangun prasasti tersebut. Pasalnya ia mengaku sudah mendapatkan izin dari lingkungan setempat. "Izin lingkungan kami sudah selesai jadi tidak ada alansan untuk tidak melanjutkan pembangunan. Karena pendirin tugu ataupun prasati itu hak warga," tegasnya.
Saat menerima puluhan anggota PSH Tunas Muda Winongo tersebut Lurah Taman Sumantoro juga didampingi oleh Kapolsek Taman, Kompol Burhanudin, sementara itu diluar kantor kelurahan tampak puluhan anggota kepolisian dan TNI setempat bersiaga.
Sumantoro mengatakan, dalam hal ini pihaknya tidak bisa memberikan izin pendirian prasati tersebut. Pasalnya surat pembangunan yang ia terima hanya sebatas surat pemberitahuan. Karena itu ia menyarakan agar PSH Tunas Muda Winongo mengurus suratnya di Kantor Perizinan Perlayanan Terpadu (KPPT). "Mereka saya sarankan untuk mengurus perizinannya di KPPT. Karena selain tanah tersebut adalah pinggir jalan yang merupakan aset pemerintah juga kami tidak memiliki wewenan untuk hal tersebut," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Taman, Kompol Burhanudin mengatakan, jika pihaknya hanya memiliki wewenan untuk menjaga ketertiban dan kemanan. Sehingga pihaknya hanya mengumpulakan dua perguruan yang selalu berselisis tersebut. "Kami dan pihak kelurahan sudah mempertemukan kedua belah pihak dan kalau mereka sudah sepakat tidak masalah. Asal dikemudian hari mereka tetap bisa damai dan tidak terjadi keributan," tuturnya.
Sebagaimana diketahui wilayah Kota Madiun memiliki dua perguruan pencak silat. Kedua perguruan tersebut sering terlibat keribuataan. Bahkan saat bulan suro ribuan polisi selalu dikerahkan untuk menjaga kemanan saat kedua perguruan tersebut mengelar acara.[rdk/ted]
Pesilat Tunas Muda Winongo Gerudug Kantor Kelurahan Taman
Polisi Kerahkan 3000 Anggota Amankan Halal Bi Halal SH Winongo
Polisi Kerahkan 3000 Anggota Amankan Halal Bi Halal SH Winongo
Jum'at, 09 September 2011 16:37:39 WIB
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Madiun(beritajatim.com)- Mengamankan jalannya acara halal bi halal Persatuan Setia Hati Winongo (PSHW) pihak kepolisian Polres Madiun Kota akan mengerahkan sebanyak 3600 anggota kepolisian gabungan dari berbagai anggota Polres yang ada di sekitar.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, pengerahan sejumlah anggota tersebut merupakan atensi dari Kapolda dan Wakapolda Jatim, sehingga pihaknya akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk menjaga keamanan selama acara tersebut.
"Karena ini merupakan atensi langsung dari Kapolda dan Wakapolda jadi kami akan mengerahkan seluruh anggota. Kalau ditotal ada 3600 personil yang akan ikut mengamankan langsung acara tersebut," ujarnya, Jumat (9/9/2011).
Adi menambahkan, dari 3600 personil tersebut, sebanyak 1200 personil kepolisian tersebut disiagakan di wilayah Kota Madiun, untuk mengamankan simpul-simpul yang dianggap rawan keributan. Namun sebagaian besarnya dikonsentarasikan disekitar padepokan PSHW yang ada di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
"Lainnya tetap bersiaga di berbagai titik yang ada di luar Kota dan ada juga yang melakukan pengawan dari lokasi berangkat sampai ke padepokan. Sehingga para anggota PSH Winongo akan dikawal saat berangkat dan pulang kembali ke daerahnya," tutur Adi.
Sebanyak 3600 anggota kepolisian yang bersiaga tersebut, berasal dari anggota Polres di seluruh karisidenan Madiun, 3 satuan setingkat kompi (SSK) Brimob atau sekitar 350 personil dan dari Polres Kediri dan Polres Jombang.
"Untuk pengaman kali ini Kasat Brimob Polda Jatim juga akan turun sendiri untuk memberikan komando pengamanan kepada anggotanya. Karena untuk kemanan acara ini sudah bukan tanggung jawab Polres Madiun saja namun sudah merupakan kemanan Jawa Timur jadi perlu pengamanan ekstra," ucapnya.
Berdasarkan kejadian selama beberapa tahun terakhir daerah yang dinilai rawan akan keributan adalah daerah Desa Sukolilo Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun, Jalan Salak Kota Madiun, sekitar terminal angkota kota di Mayjen Sungkono Kota Madiun.
"Daerah daerah simpul kerawanan akan kita berikan pengamanan lebih termasuk daerah perempatan Tean dan perempatan sleko. Karena tempat tersebut merupakan tempat pertemuan dari anggota PSHW dari beberapa ranting," tegasnya.[rdk/ted]
Polisi Kerahkan 3000 Anggota Amankan Halal Bi Halal SH Winongo
Polisi Sweeping Tongkat, Batu dan Miras Pesilat SH Winongo Minggu, 11 September 2011 10:44:51 WIB
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Madiun (beritajatim.com) - Aparat Kepolisian melakukan sweeping seluruh pesilat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo yang melakukan halal bi halal di padepokan perguruan tersebut di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Kapolres Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, mengatakan, sweeping tersebut dilakukan ditempat pemberangkatan peserta halal bi halal yang berasal dari berbagai daerah yang ada di karisidenan Madiun dan ada juga yang berasal dari Karanganyar serta beberapa kota lain.
"Kami akan melakukan sweeping di lokasi pemberangkatan serta jalan masuk ke Kota Madiun. Konsentrasi sweeping ini adalah tongkat, batu dan miras yang mungkin dibawa oleh peserta. Karena hal tersebut bisa memicu keributan," ujarnya, Minggu (11/9/2011).[rdk/ted]
Polisi Sweeping Tongkat, Batu dan Miras Pesilat SH Winongo
Konvoi Pesilat SH Winongo Ricuh
Konvoi Pesilat SH Winongo Ricuh
Minggu, 11 September 2011 18:54:21 WIB
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Madiun (beritajatim.com) - Konvoi pesilat Persaudaran Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo usai melakukan halal bi halal di pedepokan perguruan yang ada di Jalan Doho, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun diwarnai keributan dengan orang tak dikenal di Jalan Raya Madiun Ponorogo tepatnya di Desa Jatisari, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun.
Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com keributan tersebut dipicu dari adanya pelemparan batu kearah konvoi pendekar dari warga. Namun tidak diketahui siapa pelempar batu pertama tersebut. Akibatnya rombongan pesilat yang berjumlah ratusan langsung membalas dengan melempar batu kearah warga.
Akibat pelemparan batu tersebut cendela kaca rumah milik Mbah Marni pecah. Sontak warga berhamburan keluar. Sementara rombongan pesilat banyak yang melarikan diri mencari selamat karena merasa kalah jumlah. Dan baru bisa melanjutkan perjalan ke arah Ponorogo setelah sempat terhenti selama kurang lebih 15 menit.
"Saya cuma dengar suara motor dan suara kaca pecah. Habis itu saya keluar cendela kaca saya sudah pecah dan orang orang yang pakai pakai hitam-hitam kelihatan bingung dan berlarian semerawut di depan rumah saya," ujar Mbah Marni sembari membersihkan pecahan kaca rumahnya, Minggu (11/9/2011).
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Edi Susanto, saat ditemui di sekitar lokasi mengaku tidak ada keributan ataupun aksi saling lempar batu. Namun yang ada adalah anggota kepolisian menghalau pesilat yang hendak kembali melakukan konvoi ke arah jalan.
"Rombongan sudah lewat tapi tadi ada beberapa anggota PSH Tunas Muda Winongo dari warga sekitar yang ingin kembali melakukan konvoi jadi kita halau dan kita minta kembali ke rumah," terangnya.
Dalam acara halal bi halal PSH Tunas Muda Winongo kali ini, pihak kepolisian telah melakukan pengamanan yang bisa dibilang ekstra ketat. Mereka menerjunkan 3600 personil gabungan dari beberapa Polres setempat dan dibantu Brimob Polda Jatim serta pemda setempat. [rdk/but]
Konvoi Pesilat SH Winongo Ricuh
Massa Rusak Gapura dan Mobil SH Winongo
Minggu, 27 November 2011 05:45:41 WIB
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Madiun(beritajatim.com)- Segerombolan massa yan tidak dikenal tiba-tiba menyerang dan merusak gapura milikk Persaudaraan Setia Hati Winongo Jalan Hayam Wuruk Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Selain merusak gapura massa juga merusak Mobil Suzuki Carry bernopol AE 416 EG milik Suyanto ketua RT 14 RW 3, Jalan Hayam Wuruk Kelurahan/Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun
Suyatno mengatakan, saat kejadian ia tidak mengetahui karena saat itu ia sedang berada di alun-alun Kota Madiun bersama keluarga. Namun saat tiba dirumah ia sudah mendapati mobilnya yang terparkir dirumah, sudah pecah kaca belakang bagian kanan.
Polisi Kerahkan 2500 Personil Amankan Suran Agung SH Winongo
Reporter : Rindhu Dwi Kartiko
Madiun(beritajatim.com)-Menjelang pelaksaan acara Suran Agung yang dilaksanakan oleh Persatuan Setia Hati Winongo (PSHW) pada Minggu (11/12/2011) mendatang, pihak kepolisian telah menyiapakan sebanyak 2500 personil gabungan.
"Berdasakan laporan anggota, potensi keributan dalam pelaksaan acara yang dilakukan oleh PSHW setiap tahunnya mengalami peningkatan. Jadi harus ada pengaman ketat dan kalau jumlahnya ada 2500 personil," ujar Waka Polda Jatim, Eddi Sumantri, Rabu (7/12/2011).
Eddi yang memimpin rapat PAM pengamanan Suran Agung di Mapolres Madiun Kota mengatakan, personil gaungan tersebut terdiri dari anggota Polres jajaran Madiun ditambah dengan Brimob Jatim dan anggota Polda Jatim. Selain itu masih ada tambahan dari anggota TNI AD dan AU serta dari pemda setempat.
Jumlah personil yang melakukan pengamanan suran agung ini lebih banyak dari pengaman "Nyekar" yang dilakukan oleh PSH Teratai. Pasalnya meski jumlah anggota PSHT lebih besar namun pelaksaannya tidak bersamaan sehingga jumlah massa tidak sampai menumpuk.
"Kalau "Suran Agung" itu kan pelaksanaannya seluruh anggota PSHW yang jumlahnya belum bisa kita prediksi dan melakukan kegiatan bersama-sama di padepokan mereka yang ada di Jalan Doho, Jadi memang perlu pengaman lebih karena ada pengumpulan massa," tutur Eddi.
Kapolres Madiun Kota AKBP Adi Deriyan Jayamarta, menambahkan, selain jumlah tersebut pihaknya juga telah menyiapakan perwira pengendali (Padal) yang bersiga di 24 titik yang dianggap rawan. Padal tersebut memiliki wewenang untuk mengambil tindakan tanpa harus melapor terlebih dahulu.
"Padal harus bisa mengambil keputusan atau tindakan kepolisian jika ada pelangaran yang dilakukan oleh peserta suran agung. Jadi mereka tidak perlu lapor karena hal seperti ini butuh penangan yang lebih cepat," terang Adi.
Selain itu, lanjut Adi seluruh perserta Suran Agung akan dikawal ketat oleh petugas Polres dan Polsek tempat mereka berasal."Saat berangkat dan pulang mereka akan dikawal secara ketat oleh petugas Polres dan polsek mereka berasal," tuturnya.[rdk/ted]








